Mengajar dengan Ikhlas, Perlukah?

Dalam proses pembelajaran, terkadang banyak hal yang membuat seorang guru atau murid merasa terbebani dalam menghadapi materi yang disajikan. Guru dengan penuh kesibukannya sehingga terlupakan untuk mengkonsep materi yang seharusnya disajikan dengan baik kepada murid. Begitu juga dengan peserta didik, mereka cenderung bosan dengan materi yang mereka hadapi apalagi sang guru belum bisa beradaptasi dengan kondisi murid dan belum bisa menyesuaikan gaya belajar murid.
Hal inilah yang perlu daya gedor dari semua unsur untuk saling memotivasi dan menunjukan ruh dan giroh penyemangat guna mencerdaskan bangsa. Sang guru perlu menumbuhkembangkan potensi pribadi dari waktu kewaktu dikarenakan ini adalah tuntutan bagi seorang guru agar bisa mengarahkan murid menjadi lebih baik. Disamping itu, guru perlu  meningkatkan kualitas diri dan menjadi suri tauladan bagi para murid
Mengingat peran guru sangat sentral, maka perlu adanya penekanan kepada guru untuk menjadi seorang motivator, sehingga dia bisa memotivasi dirinya sendiri dan murid. Dengan penuh semangat luar biasa, maka seorang guru dapat menelurkan cikal bakal generasi yang penuh semangat. Ini adalah proses menumbuhkembangkan revolusi mental yang mana bisa mengsinergiskan unsur spiritual dan intelektual yang bisa menjadikan emosi positif yang dahsyat.

Seberat apapun kerjaan atau beban seorang guru, apabila dilandasi dengan keikhlasan maka semuanya akan terasa ringan. Begitu juga sebaliknya, apabila rasa ikhlas diabaikan, maka beban yang ringan akan terasa sangat berat. Marilah kita tumbuhkan semangat kita sebagai guru dengan memaksimalkan potensi yang kita punya, dan menjadikan ikhlas sebagai core dari tujuan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan kaum tertindas

How Madrasah can compete in Globalization and Information Era?

Dua Langkah Jitu Mengubah Hidup dari NOL jadi SUCCESS POLL