Sebuah Refleksi Aku dan Sang Waktu
Aku yang selalu menatap waktu di tiap detikku, menitku , jam ku bahkan hari-hariku.aku yang selalu berharap akan ada sebuah perubahan yang maha dahsyat dalam hidupku. Hemh, namun apakah sang waktu dapat menjawab semua itu. Ya, akulah dengan penuh sikap optimis mengatakan dengan tegas bahwa aku dapat berubah dan merubah keadaanku tanpa perlu menunggu sang waktu yang terkadang membuatku selalu risau dan galau.Apalah itu semua, aku sekarang sudah tidak perduli apapun yang akan terjadi selama aku menjadikan segalanya lebih baik.
Aku mencoba membuat sang waktu tak akan pernah perduli denganku. dulu yang mana aku selalu di setir oleh sang waktu, namun bahkan hari ini aku dapat memulai semuanya dengan apa yang aku mau.aku bisa menjadi dengan apa yang aku mau, bahkan sang waktu pun merasa iri dengan sikap tegasku yang sekarang aku jadikan pembantuku,
Ini semua adalah sebuah realitas dimana waktu ini aku mulai bersikap tegas karena waktu telah mempermainkanku. aku terdisiplinkan olehnya, tertidurkan bahkan ditertawakan. aku selalu berkaca pada masa lalu itu. Masa lalu dimana sang waktu tidak bisa bekerjasama denganku.Aku mengalami goncangan hidup yang super dahsyat.Namun, hal ini aku jadikan sebagai biaya kursus untuk pembelajaran hidup di bidang yang aku sedang jalani.Biarlah mereka bahkan sang waktu pun menertawakanku. Namun itu hanyalah masalaluku yang aku jadikan sebagai bahan refleksi dalam menatap kehidupan ini,
Mulai saat dan detik ini aku akan berjuang dengan segala daya dan upayaku agar semuanya dapat berubah. Mulai berubah dengan pembentukan kualitas diri baik secara intelektual, spiritual, bahkan financial. Mulailah kita wahai para sahabat agar tidak menjadi aku yang dulu, yang selalu mengeluh, beralasan dan menyalahkan sang waktu dan sang pengatur waktu. kita mulai semuanya dengan tahapan-tahapan kecil. Tahapan yang mana dapat menghasilkan kualitas hidup yang sangat dahsyat. Allahuakbar.
Komentar
Posting Komentar